1. KONSEP DYNAMIC ROUTING
Tampilan topologi di gns3
Ilustrasi konsep dynamic routing pada jaringan MikroTik.
Pengertian Dynamic Routing
Dari sumber Tech@Layer-x.com (2025), dynamic routing adalah protokol yang secara otomatis mempelajari dan memperbarui rute saat topologi jaringan berubah. MikroTik mendukung beberapa protokol routing dinamis seperti RIP, OSPF, dan BGP.
Dari sumber NetworkWorld (2023), routing pada dasarnya adalah proses pemilihan jalur untuk meneruskan paket data antar jaringan yang berbeda. MikroTik RouterOS mendukung baik static routingβdi mana rute didefinisikan secara manualβmaupun dynamic routingβdi mana rute dipelajari dan diperbarui secara otomatis menggunakan protokol routing.
Menurut dokumentasi MikroTik (2024), beberapa rute dengan preferensi yang sama ke tujuan yang sama akan diberi tanda + dan dikelompokkan bersama secara otomatis oleh RouterOS. RIB (Routing Information Base) berisi semua prefiks yang dipelajari dari protokol routing (connected, static, BGP, RIP, OSPF). Routing Information Base adalah database yang mencantumkan entri untuk tujuan jaringan tertentu dan gateway mereka (alamat perangkat berikutnya di sepanjang jalur atau next-hop).
Perbedaan Static dan Dynamic Routing
Static Routing:
1. Buka Winbox, navigasi ke menu IP β Routes
2. Klik tombol + (add) untuk menambahkan rute baru
3. Masukkan alamat tujuan (contoh: 192.168.2.0/24)
4. Masukkan gateway (contoh: 10.0.0.1)
5. Klik Apply lalu OK
Dynamic Routing:
1. Buka Winbox, navigasi ke menu Routing β OSPF
2. Di tab Instances, klik + untuk membuat instance baru
3. Masukkan Router ID (contoh: 1.1.1.1) dan klik OK
4. Di tab Networks, tambahkan jaringan yang akan diiklankan
Dari sumber MikroTik Users Guide (2024), static routing paling cocok untuk jaringan kecil atau stabil di mana jalur jarang berubah. Ini memberikan kontrol penuh atas keputusan routing, tetapi memerlukan pembaruan manual ketika topologi jaringan berubah. Sementara dynamic routing ideal untuk jaringan yang lebih besar atau lebih kompleks. Protokol seperti OSPF dan BGP secara otomatis bertukar informasi routing antar router, memastikan adaptasi cepat terhadap perubahan topologi dan mendukung load balancing dan redundansi.
Menurut Barracuda Campus (2024), MikroTik mendukung tiga protokol routing dinamis: Open Shortest Path First (OSPF), Routing Information Protocol (RIP Versi 1 dan RIP Versi 2), dan Border Gateway Protocol (BGP). OSPF dan RIP adalah Interior Gateway Protocols (IGP) dan mendistribusikan informasi routing dalam satu sistem otonom, sedangkan BGP adalah Exterior Gateway Protocol. Rute yang dipelajari melalui protokol routing dinamis diterapkan ke tabel routing kernel. Metrik rute digunakan untuk memprioritaskan satu rute di atas yang lain.
Kesimpulan: Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa dynamic routing adalah metode routing dimana router secara otomatis mempelajari, memperbarui, dan bertukar informasi rute dengan router lain. Berbeda dengan static routing yang memerlukan konfigurasi manual, dynamic routing dapat beradaptasi dengan perubahan topologi jaringan, membuatnya ideal untuk jaringan yang lebih besar dan kompleks. MikroTik RouterOS mendukung beberapa protokol routing dinamis, termasuk OSPF, RIP, dan BGP.
2. JENIS-JENIS DYNAMIC ROUTING PADA MIKROTIK
Tampilan topologi di gns3
Perbandingan protokol routing dinamis yang didukung oleh MikroTik RouterOS.
Routing Information Protocol (RIP)
Dari sumber Tech@Layer-x.com (2025), RIP adalah protokol distance-vector yang menggunakan hop count sebagai metrik. Meskipun sederhana, RIP umumnya hanya cocok untuk jaringan yang lebih kecil (jumlah hop maksimum 15).
Dari sumber MikroTik Users (2024), RIP adalah protokol routing distance-vector yang menggunakan hop count sebagai metrik untuk menentukan jalur terbaik ke tujuan. RIP lebih sederhana dan digunakan untuk jaringan yang lebih kecil. RIP memperbarui tabel routing secara berkala dan memiliki jumlah hop maksimum 15.
# Konfigurasi RIP di MikroTik menggunakan Winbox
1. Buka Winbox dan login ke router MikroTik
2. Navigasikan ke menu Routing β RIP
3. Pada tab Instances, klik tombol + (add)
4. Masukkan nama "default" dan klik OK
5. Beralih ke tab Interfaces
6. Klik tombol + (add)
7. Pilih interface dari daftar (contoh: ether1)
8. Pada opsi Send-Receive, pilih "v2-only"
9. Klik OK untuk menyimpan
10. Beralih ke tab Networks
11. Klik tombol + (add)
12. Masukkan alamat jaringan (contoh: 192.168.1.0/24)
13. Klik OK untuk menyimpan
14. Navigasikan ke IP β Routes untuk melihat rute RIP
Barracuda Campus (2024) menjelaskan bahwa RIPv1 bersifat classful, yang berarti bahwa informasi subnet tidak dapat didistribusikan. RIPv2, di sisi lain, bersifat classless. Ini berarti mask subnet disertakan dalam pembaruan routing. Metrik rute maksimum untuk rute RIP adalah 255. Ini berarti tidak mungkin menggunakan rute RIP sebagai rute fallback jika metrik rute OSPF atau BGP lainnya melebihi 255.
Kesimpulan: Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa RIP adalah protokol routing distance-vector yang sederhana dengan keterbatasan hop count maksimum 15, menjadikannya cocok untuk jaringan kecil. MikroTik mendukung RIPv1 (classful) dan RIPv2 (classless yang menyertakan informasi subnet). Konfigurasi RIP di MikroTik relatif sederhana, memungkinkan administrator untuk menentukan instance, interface, dan jaringan yang akan diiklankan melalui Winbox dengan langkah-langkah yang mudah dipahami.
Open Shortest Path First (OSPF)
Dari sumber Tech@Layer-x.com (2025), OSPF (Open Shortest Path First) adalah protokol link-state yang menghitung jalur terbaik menggunakan algoritma Shortest Path First (SPF).
Dari sumber MikroTik Users (2024), OSPF adalah protokol routing link-state yang secara efisien mengelola routing dalam jaringan besar atau kompleks. OSPF membagi jaringan menjadi area untuk mengoptimalkan routing dan mengurangi overhead. OSPF menggunakan LSA (Link-State Advertisement) untuk berbagi informasi routing dan membangun tampilan lengkap topologi jaringan.
# Konfigurasi OSPF di MikroTik menggunakan Winbox
1. Buka Winbox dan login ke router MikroTik
2. Navigasikan ke menu Routing β OSPF
3. Pada tab Instances, klik tombol + (add)
4. Masukkan nama "default"
5. Masukkan Router ID (contoh: 1.1.1.1)
6. Klik OK untuk menyimpan instance
7. Beralih ke tab Areas
8. Klik tombol + (add)
9. Masukkan nama "backbone"
10. Masukkan Area ID "0.0.0.0" (area backbone)
11. Pilih instance "default" dari dropdown
12. Klik OK untuk menyimpan area
13. Beralih ke tab Networks
14. Klik tombol + (add)
15. Masukkan network address (contoh: 192.168.1.0/24)
16. Pilih area "backbone" dari dropdown
17. Klik OK untuk menyimpan konfigurasi jaringan
18. Beralih ke tab Neighbors untuk melihat daftar tetangga
19. Navigasikan ke IP β Routes untuk melihat rute OSPF
Dokumentasi MikroTik (2024) menjelaskan bahwa OSPF cukup intensif dalam penggunaan CPU dan memori karena algoritma SPF dan pemeliharaan beberapa salinan informasi routing; protokol ini lebih kompleks untuk diimplementasikan dibandingkan dengan RIP. Dokumentasi tersebut juga memperkenalkan istilah-istilah penting untuk memahami operasi OSPF, seperti Neighbor - router yang terhubung (berdekatan) yang menjalankan OSPF dengan interface yang berdekatan yang ditetapkan ke area yang sama. Neighbor ditemukan oleh paket Hello (kecuali dikonfigurasi secara manual).
Kesimpulan: Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa OSPF adalah protokol routing link-state yang lebih canggih yang menghitung jalur terbaik menggunakan algoritma SPF, membuatnya ideal untuk jaringan besar dan kompleks. OSPF membagi jaringan menjadi area untuk manajemen yang lebih efisien dan menggunakan LSA untuk berbagi informasi topologi jaringan. Meskipun lebih intensif dalam penggunaan sumber daya dibandingkan RIP, OSPF menawarkan skalabilitas dan efisiensi yang lebih baik. Konfigurasi OSPF di MikroTik melibatkan pembuatan instance, mendefinisikan area, dan menentukan jaringan yang berpartisipasi.
Border Gateway Protocol (BGP)
Dari sumber MikroTik Users (2024), BGP adalah EGP utama yang digunakan untuk routing antar AS yang berbeda di internet. EGP beroperasi di antara beberapa AS dan penting untuk routing antar-domain. EGP utama yang digunakan dalam perangkat MikroTik adalah BGP.
Dari sumber Cisco Community (2021), BGP adalah protokol path vector yang mengiklankan jalur tujuan yang terdiri dari nomor sistem otonom (ASN) tunggal atau multipel dengan setiap rute. Ada beberapa atribut jalur lain yang juga diiklankan dengan setiap rute. Rute yang diiklankan dari neighbor BGP menyertakan informasi vektor (arah) untuk setiap jalur penerusan dengan atribut AS path.
# Konfigurasi BGP di MikroTik menggunakan Winbox
1. Buka Winbox dan login ke router MikroTik
2. Navigasikan ke menu Routing β BGP
3. Pada tab Instances, klik dua kali pada instance default
4. Masukkan nomor AS Anda (contoh: 65001)
5. Masukkan Router ID (contoh: 1.1.1.1)
6. Klik Apply lalu OK untuk menyimpan pengaturan
7. Beralih ke tab Peers
8. Klik tombol + (add)
9. Masukkan nama untuk peer (contoh: "peer1")
10. Pilih instance dari dropdown
11. Masukkan Remote Address (contoh: 192.168.1.2)
12. Masukkan Remote AS (contoh: 65002)
13. Klik OK untuk menyimpan peer
14. Beralih ke tab Networks
15. Klik tombol + (add)
16. Masukkan Network (contoh: 10.0.0.0/8)
17. Centang kotak Synchronize jika diperlukan
18. Klik OK untuk menyimpan konfigurasi
19. Kembali ke tab Peers dan lihat kolom State
20. Navigasikan ke IP β Routes untuk melihat rute BGP
Dokumentasi MikroTik (2024) menyatakan bahwa BGP dirancang untuk memungkinkan implementasi kebijakan routing administratif yang canggih. BGP tidak bertukar informasi tentang topologi jaringan tetapi lebih kepada informasi jangkauan. Oleh karena itu, BGP lebih cocok untuk lingkungan antar-AS dan kasus khusus seperti feed informasi. Jika Anda hanya perlu mengaktifkan routing dinamis di jaringan Anda, pertimbangkan OSPF sebagai gantinya.
Kesimpulan: Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa BGP adalah protokol path-vector yang digunakan untuk routing antar sistem otonom (AS) yang berbeda, terutama di internet. Tidak seperti OSPF atau RIP yang fokus pada topologi internal, BGP berkonsentrasi pada pertukaran informasi jangkauan dan jalur AS untuk mencapai tujuan. BGP sangat cocok untuk ISP dan organisasi besar yang memerlukan kontrol yang lebih presisi atas kebijakan routing. Konfigurasi BGP di MikroTik memerlukan penyiapan instance dengan nomor AS, pengaturan peer, dan penentuan jaringan yang akan diiklankan.
3. IMPLEMENTASI DYNAMIC ROUTING DI MIKROTIK
Tampilan topologi di gns3
Diagram implementasi protokol routing dinamis dalam jaringan MikroTik.
Implementasi RIP (Routing Information Protocol)
Dari sumber Barracuda Campus (2024), MikroTik mendukung versi RIPv1, RIPv2, dan RIPng dari protokol RIP. RIP adalah protokol distance-vector. Istilah "distance-vector" dapat didefinisikan sebagai berikut: Vektor adalah arah ke tujuan (next hop); jarak diperlakukan sebagai tipe metrik. Contoh: Tujuan A berjarak 3 hop, dan arahnya melalui router AA. RIP menggunakan hop count sebagai metrik. Maksimum 15 hop dimungkinkan; metrik 16 berarti bahwa jaringan tidak dapat dijangkau.
Dari sumber Barracuda Campus (2024) juga menjelaskan bahwa semua router RIP secara berkala mengirim pembaruan routing. Setiap pembaruan mencakup seluruh tabel routing. Teknik-teknik berikut telah diperkenalkan untuk mencegah loop routing: Split Horizon β Ketika mengirim pembaruan melalui interface tertentu, rute yang dipelajari dari interface ini tidak disertakan dalam pembaruan.
# Implementasi RIP di MikroTik menggunakan Winbox
1. Buka Winbox dan login ke router MikroTik
2. Navigasikan ke menu Routing β RIP
3. Pada tab Instances, klik tombol + (add)
4. Masukkan nama "default" dan klik OK
5. Beralih ke tab Networks
6. Klik tombol + (add)
7. Masukkan jaringan pertama (contoh: 192.168.1.0/24) dan klik OK
8. Klik tombol + (add) lagi
9. Masukkan jaringan kedua (contoh: 192.168.2.0/24) dan klik OK
10. Beralih ke tab Interfaces
11. Klik tombol + (add)
12. Pada dropdown Interface, pilih interface pertama (contoh: ether1)
13. Pada dropdown Send-Receive, pilih "v2-only"
14. Klik OK untuk menyimpan
15. Ulangi langkah 11-14 untuk interface kedua (contoh: ether2)
16. Tetap di menu Routing β RIP
17. Lihat tab Instances, Networks, dan Interfaces
18. Navigasikan ke IP β Routes
19. Perhatikan rute dengan flag "r" yang menunjukkan rute RIP
Untuk mengaktifkan debug log untuk protokol RIP guna pemecahan masalah:
1. Navigasikan ke System β Logging
2. Klik tombol + (add) untuk menambahkan log baru
3. Pada Topics pilih "rip" dan "debug"
4. Klik OK untuk menyimpan
Kesimpulan: Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi RIP di MikroTik melibatkan pembuatan instance RIP, mendefinisikan jaringan yang berpartisipasi, dan mengonfigurasi interface untuk mengirim dan menerima pembaruan RIP. MikroTik mendukung RIPv1 (classful), RIPv2 (classless), dan RIPng (untuk IPv6). Protokol ini menggunakan hop count sebagai metrik, dengan batas maksimum 15 hop, dan mengimplementasikan teknik seperti Split Horizon untuk mencegah loop routing. Meskipun sederhana, RIP dapat menjadi solusi yang efektif untuk jaringan kecil hingga menengah dengan persyaratan routing dinamis yang tidak terlalu kompleks.
Implementasi OSPF (Open Shortest Path First)
Dari sumber MikroTik Wiki menjelaskan bahwa contoh berikut mengilustrasikan cara mengonfigurasi jaringan OSPF single-area. Contoh jaringan terdiri dari 3 router yang terhubung bersama dalam jaringan 10.10.1.0/24 dan setiap router juga memiliki satu jaringan tambahan yang terpasang. Dalam contoh ini, alamat IP berikut dikonfigurasi pada router.
Dari sumber Tech@Layer-x.com (2025) menyebutkan bahwa Open Shortest Path First (OSPF) tetap menjadi salah satu protokol gateway interior yang paling penting dalam jaringan perusahaan, memberikan kemampuan routing dinamis yang dapat diskalakan dari kantor kecil hingga infrastruktur perusahaan yang besar. Bagi engineer jaringan dan administrator sistem yang bekerja dengan peralatan MikroTik, menguasai implementasi OSPF bukan hanya kebutuhan teknisβtetapi keuntungan strategis. MikroTik RouterOS menawarkan implementasi OSPF yang kuat yang, jika dikonfigurasi dengan benar, memberikan kinerja, keandalan, dan skalabilitas yang luar biasa.
# Implementasi OSPF di MikroTik menggunakan Winbox
1. Buka Winbox dan login ke router MikroTik
2. Navigasikan ke menu Routing β OSPF
3. Pada tab Instances, klik tombol + (add)
4. Isi kolom Name dengan "default"
5. Isi kolom Router ID dengan alamat IP unik (contoh: 10.0.0.1)
6. Klik OK untuk menyimpan instance
7. Beralih ke tab Areas
8. Klik tombol + (add) untuk menambahkan area baru
9. Isi kolom Name dengan "backbone"
10. Isi kolom Area ID dengan "0.0.0.0" (area backbone wajib)
11. Pilih instance "default" yang telah dibuat
12. Klik OK untuk menyimpan area
13. Beralih ke tab Networks
14. Klik tombol + (add)
15. Isi kolom Network dengan "10.0.0.0/24" (jaringan pertama)
16. Pilih area "backbone" dari dropdown
17. Klik OK untuk menyimpan
18. Ulangi langkah 14-17 untuk jaringan kedua (contoh: 192.168.1.0/24)
19. Kembali ke tab Instances
20. Klik dua kali pada instance "default" untuk mengedit
21. Pada bagian Redistribute, pilih "as-type-1" untuk Static
22. Klik OK untuk menyimpan perubahan
23. Beralih ke tab Neighbors
24. Tunggu beberapa saat dan periksa apakah neighbor OSPF muncul
25. Beralih ke tab LSA
26. Periksa Link State Advertisement yang telah dikumpulkan
27. Navigasikan ke IP β Routes
28. Perhatikan rute dengan flag "o" yang menunjukkan rute OSPF
Dari sumber Tech@Layer-x.com (2025) menyediakan langkah-langkah untuk pemecahan masalah OSPF pada MikroTik melalui Winbox: 1) Periksa OSPF neighbors di tab Neighbors, 2) Lihat OSPF interfaces di tab Interfaces, 3) Periksa OSPF routing table di tab Routes, 4) Periksa OSPF LSA database di tab LSA, 5) Aktifkan OSPF debugging melalui System β Logging dengan menambahkan topic "ospf" dan "debug".
Perhatikan bahwa area backbone (area 0.0.0.0) wajib ada dalam implementasi OSPF multi-area, dan semua area lain harus terhubung ke area backbone. Konfigurasikan router-id dengan alamat yang unik untuk menghindari konflik di jaringan OSPF.
Kesimpulan: Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi OSPF di MikroTik melibatkan pembuatan instance dengan router-id yang unik, penentuan area (terutama area backbone 0.0.0.0), dan konfigurasi jaringan yang berpartisipasi dalam protokol. OSPF adalah pilihan yang lebih canggih untuk jaringan perusahaan yang membutuhkan skalabilitas dan keandalan. MikroTik RouterOS menyediakan berbagai menu untuk pemantauan dan pemecahan masalah, termasuk tab untuk memeriksa neighbor, database LSA, dan tabel routing OSPF. Fitur tambahan seperti redistribusi rute dari sumber lain juga tersedia untuk konfigurasi yang lebih fleksibel.
Implementasi BGP (Border Gateway Protocol)
Dari sumber FastNetMon (2025) memberikan panduan terperinci yang akan membantu membangun sesi BGP antara FastNetMon dan Mikrotik. Untuk memulai konfigurasi, silakan buat koneksi ssh dengan perangkat Anda. Jika Anda memerlukan dukungan IPv6, Anda perlu mengaktifkan paket tambahan dan me-reboot router setelah itu. Sebagai langkah pertama, Anda perlu membuat instance BGP, kami menggunakan ASN 16 bit pribadi dalam pengujian kami.
Dari sumber Dokumentasi MikroTik (2024) menjelaskan bahwa router BGP bertukar informasi jangkauan melalui protokol transport, yang dalam kasus BGP adalah TCP (port 179). Setelah membentuk koneksi TCP, router-router ini bertukar pesan OPEN untuk menegosiasikan dan mengkonfirmasi kemampuan yang didukung. Setelah menyepakati kemampuan yang akan digunakan, sesi dianggap dibentuk dan peer dapat mulai bertukar NLRI melalui pesan UPDATE. Informasi ini berisi indikasi jalur penuh (nomor AS BGP) yang harus diambil rute untuk mencapai jaringan tujuan (prefiks NLRI). Peer awalnya bertukar tabel routing lengkap mereka dan setelah pertukaran awal, pembaruan inkremental dikirim saat tabel routing berubah. Dengan demikian, BGP tidak memerlukan refresh berkala dari seluruh tabel routing BGP. BGP memelihara nomor versi tabel routing yang harus sama antara dua peer tertentu selama koneksi berlangsung.
# Implementasi BGP di MikroTik menggunakan Winbox
1. Buka Winbox dan login ke router MikroTik
2. Navigasikan ke menu Routing β BGP
3. Pada tab Instances, klik dua kali pada instance default
4. Isi kolom AS dengan nomor AS Anda (contoh: 65001)
5. Isi kolom Router ID dengan alamat IP unik (contoh: 10.0.0.1)
6. Klik OK untuk menyimpan pengaturan instance
7. Beralih ke tab Peers
8. Klik tombol + (add) untuk menambahkan peer baru
9. Isi kolom Name dengan nama deskriptif (contoh: "isp-peer")
10. Pilih instance "default" dari dropdown
11. Isi kolom Remote Address dengan alamat IP peer (contoh: 203.0.113.1)
12. Isi kolom Remote AS dengan nomor AS peer (contoh: 64512)
13. Klik OK untuk menyimpan peer
14. Beralih ke tab Networks
15. Klik tombol + (add) untuk menambahkan jaringan baru
16. Isi kolom Network dengan jaringan yang akan diiklankan (contoh: 192.168.0.0/24)
17. Centang kotak Synchronize
18. Klik OK untuk menyimpan
19. Ulangi langkah 15-18 untuk jaringan lain (contoh: 192.168.1.0/24)
20. Navigasikan ke Routing β Filters
21. Klik tombol + (add) untuk menambahkan filter baru
22. Isi kolom Chain dengan "bgp-out"
23. Isi kolom Prefix dengan jaringan yang akan ditandai (contoh: 192.168.0.0/24)
24. Pada tab Action, pilih "set-bgp-communities"
25. Isi kolom New BGP Communities dengan nilai komunitas (contoh: 65001:100)
26. Pilih "internet" pada BGP Communities Type
27. Klik OK untuk menyimpan filter
28. Kembali ke Routing β BGP β Peers
29. Perhatikan kolom State untuk memeriksa status koneksi BGP
30. Navigasikan ke IP β Routes
31. Perhatikan rute dengan flag "b" yang menunjukkan rute BGP
32. Beralih ke Routing β BGP β Routes
33. Di sini Anda dapat melihat informasi lebih detail tentang rute BGP
Dari sumber Dokumentasi MikroTik (2024), input.accept-* memungkinkan filtering pesan masuk langsung sebelum bahkan diurai dan disimpan dalam memori, dengan cara itu secara signifikan mengurangi penggunaan memori. Rantai filter input reguler hanya dapat menolak prefiks yang berarti bahwa itu masih akan menghabiskan memori dan akan terlihat di /routing route table sebagai "tidak aktif, difilter", Contoh dasar filter input BGP untuk menerima prefiks dari subnet 192.168.0.0/16 tanpa memodifikasi atribut apapun. Untuk prefiks lainnya kurangi 1 dari nilai local pref yang diterima dan atur metrik IGP ke nilai dari OSPF ext. Selain itu, hanya akan menerima prefiks tertentu dari daftar alamat untuk mengurangi penggunaan memori.
Kesimpulan: Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi BGP di MikroTik melibatkan pembuatan instance BGP dengan nomor AS, konfigurasi peer (neighbor), dan penentuan jaringan yang akan diiklankan. BGP menggunakan TCP sebagai protokol transport dan membutuhkan konfigurasi yang lebih kompleks dibandingkan RIP atau OSPF. Fitur seperti komunitas BGP dan filter dapat digunakan untuk mengontrol pengiklan dan penerimaan rute dengan lebih presisi. MikroTik juga menyediakan mekanisme untuk mengurangi penggunaan memori melalui filtering pesan masuk. Monitoring status koneksi BGP dan rute yang dipelajari adalah bagian penting dari manajemen implementasi BGP.
4. PEMILIHAN DAN PERBANDINGAN PROTOKOL ROUTING
Tampilan topologi di gns3
Perbandingan fitur dan karakteristik berbagai protokol routing dinamis di MikroTik.
Kriteria Pemilihan Protokol Routing
Dari sumber Barracuda Campus (2024) menyatakan bahwa tabel tersebut merangkum perbedaan fitur antara protokol routing dinamis yang didukung. Layanan OSPF/RIP menyinkronkan rute yang dipelajari secara eksternal dengan mitra HA-nya. Rute tidak dapat diperkenalkan pada mitra saat ini "pasif" karena rute jaringan yang diperlukan untuk melakukannya tidak ada. Dengan demikian, informasi HA rute eksternal disimpan dalam file dan diperkenalkan pada sistem HA selama startup layanan OSPF/RIP. Pengambilalihan dan startup layanan OSPF/RIP biasanya memakan waktu beberapa detik. Rute HA diperkenalkan sebagai protokol "extha" (nomor 245).
Dari sumber MikroTik Community Forum (2017), seorang pengguna menjelaskan situasinya: "Halo teman-teman, saya menjalankan jaringan WISP yang didistribusikan di dua kota dengan multi-backhaul di setiap kota, jaringan ini berjalan menggunakan static route untuk saat ini dan semakin sulit dari hari ke hari untuk mengelola jaringan. Jadi, adakah saran tentang protokol routing apa yang harus saya gunakan?"
# Perbandingan Protokol Routing di MikroTik dengan Winbox
1. Buka Winbox dan login ke router MikroTik
2. Navigasikan ke IP β Routes
3. Perhatikan kolom Flags yang menunjukkan tipe protokol:
D - dynamic; X - disabled, I - inactive, A - active;
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, d - dhcp, v - vpn
- ADo flag: Rute aktif, dinamis dari OSPF
- ADC flag: Rute aktif, dinamis, directly connected
- ADr flag: Rute aktif, dinamis dari RIP
- ADb flag: Rute aktif, dinamis dari BGP
- Connected: 0
- Static: 1
- OSPF: 110
- RIP: 120
- BGP: 20 (eBGP) atau 200 (iBGP)
Dari sumber MikroTik Users (2024) merangkum: OSPF: Protokol link-state dengan area dan LSA. BGP: Protokol path-vector untuk routing antar-AS. RIP: Protokol distance-vector dengan hop count sebagai metrik. Protokol Routing: Mengotomatisasi manajemen rute. Entri Tabel Routing: Jaringan tujuan, gateway, interface, dan metrik. Memahami istilah-istilah ini dan aplikasinya akan membantu Anda mengonfigurasi, mengelola, dan memecahkan masalah routing di MikroTik RouterOS, mempersiapkan Anda untuk tugas-tugas jaringan yang lebih canggih dan sertifikasi MTCNA.
Berikut kriteria utama dalam pemilihan protokol routing:
- Ukuran Jaringan: RIP untuk jaringan kecil, OSPF untuk menengah-besar, BGP untuk inter-domain
- Kecepatan Konvergensi: OSPF konvergen lebih cepat dibanding RIP
- Penggunaan Resource: RIP paling ringan, OSPF dan BGP lebih berat
- Skalabilitas: BGP paling skalabel, diikuti OSPF dengan konsep area, RIP terbatas
- Fleksibilitas Kebijakan: BGP menawarkan kontrol kebijakan routing terbaik
Kesimpulan: Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pemilihan protokol routing yang tepat bergantung pada beberapa faktor utama: ukuran dan kompleksitas jaringan, kebutuhan konvergensi, sumber daya perangkat, dan persyaratan kebijakan routing. RIP cocok untuk jaringan kecil dengan topologi sederhana, OSPF ideal untuk jaringan menengah hingga besar yang membutuhkan konvergensi cepat, sementara BGP ditujukan untuk interkoneksi antar sistem otonom dan kontrol kebijakan routing yang canggih. MikroTik RouterOS mendukung semua protokol ini dengan berbagai fitur dan opsi konfigurasi, memungkinkan administrator jaringan untuk memilih dan mengimplementasikan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.
Redistribusi Rute Antar Protokol
Dari sumber Tech@Layer-x.com (2025) menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu mencampur static route dengan protokol routing dinamis. Misalnya, Anda mungkin memiliki static backup route yang hanya boleh digunakan jika dynamic routing gagal. MikroTik memungkinkan Anda untuk meredistribusi connected, static, atau bahkan rute yang dipelajari melalui satu protokol dinamis ke protokol lain. Dengan redistribusi diaktifkan, setiap static route di tabel routing Anda akan diinjeksi ke OSPF dan sebaliknya. Gunakan fitur ini dengan hati-hati, karena redistribusi yang tidak tepat dapat menyebabkan loop routing atau routing yang tidak optimal.
Dari sumber Dokumentasi MikroTik (2024) menjelaskan bahwa rute eksternal dapat diimpor melalui parameter redistribusi instance. Contoh di bawah ini akan memilih dan meredistribusikan semua rute static dan RIP. Redistribusi rute default adalah kasus khusus di mana parameter originate-default harus digunakan. Karena redistribusi dikendalikan oleh parameter "originate-default" dan "redistribute", itu memperkenalkan beberapa kasus khusus untuk penyaringan rute default. Jika redistribusi diaktifkan, maka pilih semua rute yang cocok dengan parameter redistribusi.
# Redistribusi Rute Antar Protokol di MikroTik dengan Winbox
1. Buka Winbox dan login ke router MikroTik
2. Navigasikan ke menu Routing β OSPF β Instances
3. Klik dua kali pada instance yang ingin dimodifikasi
4. Cari bagian Redistribute
5. Pada dropdown Static, pilih "as-type-1"
6. Klik OK untuk menyimpan perubahan
7. Navigasikan ke Routing β OSPF β Instances
8. Klik dua kali pada instance yang ingin dimodifikasi
9. Pada dropdown Connected, pilih "as-type-2"
10. Isi kolom Metric di samping Connected dengan nilai (contoh: 20)
11. Klik OK untuk menyimpan perubahan
12. Navigasikan ke Routing β OSPF β Instances
13. Klik dua kali pada instance yang ingin dimodifikasi
14. Pada dropdown BGP, pilih "as-type-2"
15. Klik OK untuk menyimpan perubahan
16. Navigasikan ke Routing β BGP β Instances
17. Klik dua kali pada instance yang ingin dimodifikasi
18. Pada jendela yang muncul, cari bagian Redistribute
19. Centang kotak OSPF untuk mengaktifkan redistribusi
20. Klik OK untuk menyimpan perubahan
21. Navigasikan ke Routing β OSPF β Instances
22. Klik dua kali pada instance yang ingin dimodifikasi
23. Pada dropdown Originate Default, pilih "if-installed"
24. Klik OK untuk menyimpan perubahan
25. Navigasikan ke IP β Routes
26. Perhatikan flag rute untuk melihat protokol asal rute
Dari sumber Tech@Layer-x.com (2025) memberikan contoh redistribusi rute di MikroTik melalui Winbox: 1) Untuk meredistribusi rute statis ke OSPF, buka Routing β OSPF β Instances, edit instance, pilih "as-type-1" pada dropdown Static, 2) Untuk meredistribusi rute connected dengan metrik tertentu, pilih "as-type-2" pada dropdown Connected dan atur nilai metrik, 3) Untuk redistribusi antara BGP dan OSPF, gunakan pengaturan redistribute di kedua protokol.
Redistribusi rute dapat menyebabkan loop routing dan masalah stabilitas jika tidak dikonfigurasi dengan benar. Selalu gunakan filter route dan kebijakan yang tepat saat meredistribusi antara protokol. Mekanisme seperti route-tag dapat membantu mencegah feedback loop.
Kesimpulan: Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa redistribusi rute adalah fitur penting yang memungkinkan pertukaran informasi routing antar protokol yang berbeda dalam MikroTik RouterOS. Administrator dapat meredistribusi rute statis, connected, dan rute yang dipelajari dari satu protokol dinamis ke protokol lainnya. Setiap protokol memiliki parameter spesifik untuk redistribusi, seperti as-type-1 atau as-type-2 untuk OSPF, yang menentukan bagaimana rute eksternal ditandai dan diprioritaskan. Meskipun sangat berguna untuk integrasi protokol routing dan memastikan jangkauan penuh dalam jaringan heterogen, redistribusi harus diimplementasikan dengan hati-hati, menggunakan filter dan kebijakan yang tepat untuk mencegah loop routing dan masalah stabilitas.